Kasus Pemalsuan Ijazah punya Masa Kedaluwarsa

 

Jadi misalkan teman Anda, yang mau jadi legislator atau bahkan bupati itu, memalsukan ijazah (dan gelar akademisnya) 15 tahun silam, maka pada 2015 dan setelahnya dia tak dapat dituntut.

Enak, dong? Lho, menurut Pasal 78 ayat (1) angka 3 KUHP, untuk kejahatan dengan ancaman hukuman melebihi tiga tahun terungku, masa daluwarsa penuntutan pidananya adalah setelah 12 tahun. Padahal teman Anda tadi melakukannya 15 tahun silam.

Ancaman hukuman pemalsuan ijazah, sebagai bentuk pemalsuan surat, adalah enam tahun bui. Nah, kalau teman Anda melakukannya tahun 2000, pada tahun 2015 ini dia tak dapat dituntut karena memalsukan ijazah. Kalau dia melakukannya 2005, dia masih bisa dituntut.

Kisah hukum ini teringkaskan dalam ilustrasi yang merujuk jawaban Tri Jata Ayu Pramesti dari Hukumonline.

Kerja sama Beritagar dan Hukumonline
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *