Lawyers! Ini Cara Untuk Meyakinkan Klien

Persaingan bisnis firma hukum di Indonesia kian meningkat. Hal tersebut dipicu dengan semakin kompleksnya permasalahan hukum yang dialami masyarakat. Berbagai strategi pun disiapkan agar dapat memancing banyak klien untuk memakai jasa lawyer.

Terkait hal tersebut, partner dari Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP), Al Hakim Hanafiah memberikan tips agar klien datang menggunakan jasa lawyer-nya.

Pertama, menurutnya jika klien ingin datang menggunakan jasa hal yang harus dilakukan ialah dengan banyak membaca. Dengan begitu, klien akan merasa bahwa lawyertersebut dapat menyelesaikan berbagai persoalan.

“Sekarang market sangat berkembang pesat. Kalau kita ingin dapet klien, kita harus jadi ahli, kita harus banyak baca. Dengan banyak membaca maka kita akan menjadi ahli dibidang tertentu. Klien akan percaya karena kita mengetahui pengetahuan yang dibutuhkan oleh klien.

Kedua, gunakan same language. Menurut Al Hakim menggunakan bahasa yang sama akan membuat klien yakin dengan apa yang akan kita kerjakan untuknya. Misalnya kalau kita kerjakan plantation, ya belajar tentang sawit, istilah yang digunakan,  harganya, gitu. Jika kita ingin expert di bidang aviation kita juga harus mengerti istilah yang terdapat di dalam dunia aviasi tersebut.

“Tidak apa-apa hanya mengerti sedikit-sedikit, yang penting pede. Tapi ya pede-nya juga jangan banget. Kuncinya read a lotUnderstand that,” ujar Al Hakim.

Ketiga, miliki skill entrepreneur. Ilya Sumono, Partner dari Nurjadin Sumono Mulyadi & Partners (NSMP), menambahkan satu tips yaitu skill entrepeneurship. Menurutnya, lawyersemestinya bisa memiliki banyak skill termasuk ilmu entrepreneur, “Skill is a lifetime process. Kebanyakan law firm tidak menitikberatkan ke hal itu. Buat saya, ketika seseorang sudah menyatakan dirinya sebagai seorang lawyer, maka saat itu juga dia adalah seorang entrepreneur,” ujarnya.

Meyakinkan klien pada partner baru

Bila law firm melakukan regenerasi, tentunya partner baru akan mulai menangani persoalan klien. Untuk itu, Al Hakim menjelaskan cara meyakinkan klien untuk bisa memakai jasa partner yang baru dengan membantunya dan menjelaskan bagaimana tips dan triknya.

Kita walaupun punya partner baru harus juga bantu. Mungkin enggak dari awal associateini mengerti masalah klien. Kalau kita harapkan dia gali case-nya sendiri, akan mempengaruhi bottom line-nya dia sendiri. Jadi kita harus berbesar diri mengajari dia. Supaya dia semangat meskipun ada bosen-bosennya juga,” ujar Al Hakim

Meskipun itu menjadi tantangan baru bagi partner baru, sebagai senior sepatutnya berlapang dada untuk menularkan ilmunya. “Kita jadi orang harus keep our eyes open, terbuka dengan semua. Menurut saya ya rezeki orang itu sudah diatur masing-masing. Kita punya passion, ya kita lakukan. Yang penting partner happy, saya juga bisa melakukan hal lain yang bisa bikin happy,” terangnya.

Sedangkan, menurut Ilya, pihak law firm harus bisa meyakinan klien bahwa partner baru ini bisa memenuhi ekspektasinya. Jika klien sendiri yang meminta untuk tidak dialihkan, maka law firm harus tetap bisa menghandle-nya.

“Kita harus yakin bahwa partner baru kita ini bisa memenuhi ekspektasi klien kecuali memang klien mintanya langsung ke kita. Kita enggak bisa ngapa-ngapain. Tapi ada metodenya juga. Ajak aja partner baru ini mengerjakan bareng, transisinya harus smooth,” tandasnya.

sumber: https://kliklegal.com
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *